Monday, 19 November 2012

Them

Di sini
Tidak lagi jelas
Orang-orang palestinakah yang melempar batu
Atau
Batu yang mencari orang Palestina untuk
dilemparkan
Bukankah batu adalah juga bagian dari
tanah yang dirampas?
Di sini
Ada yang jelas
Ada raga yang dikuburkan bersama nyawa
Ada yang mati sebelum dilahirkan
Bukankah manusia sudah hidup di dalam
rahim sebelum
Dilahirkan?
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Di luar sana
Orang-orang berbicara tentang hak
Dengan memberikan yang bukan haknya
Kepada yang tidak berhak
Membagi yang bukan miliknya
Kepada yang bukan pemiliknya
Dan orang-orang Palestina
Mencari haknya di tengah-tengah teriakan
tentang hak-hak
Di sini
Orang Palestina yang tuan rumah
Kini menjadi tamu yang tak diinginkan
Yahudi yang terusir di luar sana
Kini Yahudi yang mengusir
Di sini
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Di Yerusalem
Ibrahim, Luth, Ismail, Musa, Harun, Yusya’
Daud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, Ishaq,
Ya’qub
Mengambil hak-hak orang lemah dari yang kuat
Menghantam penindas
Mengangkat martabat
Ada semangat sepanjang masa
Pada tiap zaman
Ada ghirah setiap umat
Pada tiap tempat
Ada bara yang tidak padam
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Di Yerusalem
Tanah para nabi dan rasul
Ada nabi yang dibantai
Ada manusia yang dinistakan
Ada agama yang dihinakan
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Ambil bara dan jangan matikan dengan air mata
Tiup dengan napas
Panaskan jiwa
Kobarkan nyali
Besi terbentuk oleh bara
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Tidak lagi penting apakah batu mampu
melawan peluru
Tidak lagi terpikirkan apakah
orang-orang Yahudi belajar dari
Crematorium Nazi atau tidak
Tidak ada lagi rasa takut bahkan bila
Palestina berubah
Menjadi crematorium Israel
Yang kami takutkan
Adalah saat di mana tulang-tulang kami
Abu kami
Menangis sedih dan memaki menyalahkan
Melihat seorang dari Nigeria atau
serombongan dari Indonesia
Pada satu waktu yang mungkin tidak jauh
Berdiri di Bukit Zaitun
Dan menunjuk
Di sana dulunya Masjidil aqsa
Di sana dulunya Qabbatussakhrah
Dan kita semua pernah mengagumi kemegahannya
Bukit Zaitun, 1991
(dipetik dari Makelar Dongeng Holocaust:
Catatan Perjalanan dari dalam Israel
oleh Rakhmat Zaenal)
*ketika mata hati dan perasaan ini sudah tidak bisa diajak kompromi, dan air mata turut mengamini kesedihan ini.
Ya Allah syahid-kanlah mereka, berikanlah kekuatan lahir batin bagi mereka saudaraku di palestina, menangkanlah mereka di dunia dan akheratmu kelak. Amin

Saturday, 20 October 2012

What on People's mind is not Similar with mine

Beberapa hari ini pengen nangis aja bawaannya. Jadi begini ceritanya, di postingan sebelumnya saya pernah menulis bahwa saya ingin lulus tahun ini dan celebrating my convocation with joyfull, bisa bisa bisa sebenarnya bisa. tapi ada beberapa hal yang membuatnya tidak bisa. tidak memungkiri, pasca reasearch saya berubah jadi seorang pemalas yang luar biasa, mungkin saya jenuh setelah hampir satu tahun tiada henti ke lapang. belum lagi ditambah hal-hal lain yang membuat ini semakin mampet. Beberapa temen bilang kalau saya sibuk pacaran, yaaaaaaaaaa..dan hal inilah yang sebenarnya tidak terlalu enak didengar dan tidak terlalu nyaman untuk masuk ke hati. Pacaran, emang saat ini saya sedang menikmati my newly couple, kenapa tidak dan menurut saya bukan itu penghalang terbesarnya, tidak seharusnya mereka menjudge seperti itu. mereka tidak tau menahui mengenai beberapa hal yang belum bisa saya selesaikan. saya bisa membagi waktu antara pacaran dan mengerjakan skripsi, tapi pada suatu ketika saya menemui hambatan yang tidak bisa saya selesaikan dan belum ada seorangpun yang bisa membantu saya meluruskan benang kusut itu, saya masih maklum karena saat ini semua pihak sangat sibuk dengan urusan masing-masing, saya gag pengen jadi penghambat yang menghambat urusan mereka padahal saya sendiri terhambat, setiap hari saya surfing ke berbagai jurnal untuk memecahkan permasalahan saya, hingga akhir-akhir ini saya menemukan 90% solusi, tapi saya masih butuh 10% dari pembimbing untuk mencapai 100%, apalagi saya tahu betul pembimbing saya masih sibuk dan sekali lagi saya tidak mau jadi 'the gregel' saya yakin beliau mengerti kapan saya mau lulus. jadi kalau boleh diperjelas, bukan si dia yang jadi penghalang saya untuk skripsi, tapi justru kemauan dan hambatan dari dalam dan teknis saya.
Sementara teman-teman saya dari temen SMA, hingga temen-temen mampu kuliah dan temen-temen UPM celebrating their convocation saya masih sibuk dengan skripsi saya. tapi tidak apa, yang sebenarnya mereka katakan benar dan harusnya jadi motivasi bagi saya pribadi, di fase ini saya memahami keterlambatan saya, apalagi yang bisa diusahakan kecuali berdoa.
ps : selamat bagi semua yang wisuda akhir tahun ini, semoga saya segera menyusul dan sukses bersama. amiin

Friday, 5 October 2012

He's Coming to my Life

Thanks God,

That's what I can say. You send me someone who really understanding me, cares with me and he loves me very much...

He is patient, he is charming, he is simple, he just to be he is :)

Thanks for Loving me, thanks for protect me...






Thursday, 24 May 2012

Cassanova

Kalau para pria menantikan kekasihnya dengan menghisap sepuntung rokok,
aku menantimu yang tak pernah melakukannya untukku dengan hanya menanti hujan reda.
Aku sangat suka hujan, tapi ketika menantikannya reda dengan menantimu menjadi sesuatu yang memaksaku mengamati tiap detailnya.
Kau baru tahu kan kalau hujan itu berbicara? membicarakan tentang sesuatu yang pernah kita lakukan bersama,
Kau tahu kalau hujan itu air, tapi mungkin kau baru tahu kalau ada bayangan kita di dalam tetesannya.
Dan hujanpun mengajarkanku lebih mengenalmu dengan menahanku di dalamnya

1 jam, 2 jam. belum reda juga... dan kau memang tak pernah datang
aku masih suka hujan, aku masih sabar mentikannya reda agar aku bisa pulang,
atau ketika saat itu berangan, aku menantikanmu membawakan pelindung untuk kepalaku
Aku tersenyum,
namun ternyata aku baru tahu kalau hujan itu seperti air mata

Heh, hujan tak ingin cepat berhenti malam itu
akupun putus asa, kuputuskan melawannya

Kau tahu apa rasanya? Dingin dan kaku. itu yang kurasakan saat itu.
Kau pasti tahu aku tergagap, bukan karena hujan, bukan karena kamu. aku tidak mengerti. tapi itu bukan karena kamu


Hingga matahari terbit keesokan hari,
membuat hatiku sedikit berdesir, aku masih suka hujan tapi aku tak lagi begitu suka hujan...
matahari membuatku sedikit hangat, dari rasa dingin dan kaku.
kini matahari yang membakarku, aku membara...

aku belum ingin hujan mematikannya....

Saturday, 4 February 2012

Saturday, 28 January 2012

22









:Quite:
:Desperate because research:
:small gift :) :
Thanks Allah for my life :D

Thursday, 5 January 2012

Make the Goals, Goal!

postingan pertama di awal tahun, make goals :

1. Lebih bertakwa pada Tuhan YME
2. Rampungan Kuliah
3. Ngambil TOEFL lagi 
4. Udah bisa nyetir mobil
5. Belajar nyari duit lebih keras lagi
6. bebas pilih apa aja :D

Shopping Online