Thursday, 1 January 2015

Aku Ingin Jadi Pribadi yang Lebih Baik


Awal tahun  2015, tentunya semua orang berharap di awal tahun (dan setiap awal tahun tentunya) seseorang dapat mengawali harinya dengan baik Begitupula saya. Sebelum pergantian tahun, resolusi-resolusi dituliskan entah dalam buku, dalam pikiran atau dalam hati. Begitupula saya.
Penghujung 2014, setelah semalam berjalan-jalan ke took buku mencari buku Quantum Ikhlas tentunya berharap agar saya dapat mengupgrade diri saya dalam kebaikan, dilanjutkan dengan begadang menyelesaikan pekerjaan rumah saya merasa capek, tepat pukul 00:00 kembang api dan terompet hingar bingar terdengar meriah di kost, saya dan teman sekost sempat takjub menyaksikan kemeriahan kota Jogjakarta di malam pergantian tahun. Malam harinya saya sempatkan untuk menanyakan kabar orang tua yang ternyata dari sore harinya sudah pada istirahat, ayah bilang capek katanya.
Awal tahun 2015, Pagi hari saya kaget ketika HD menelfon saya dan mengatakan dari semalam jam 9 dia ditinggal seorang diri di tengah kebun kelapa sawit, dia menelfon jam 06:00 WIB. Tentu saja saya terkaget, dan coba bertanya apa yang terjadi? ternyata ketika sedang bertugas mengantar buah salah satu Truk DT pengangkut buah kehabisan kampas rem, sopir pamit mencari bala bantuan dari semalaman belum kembali. Khawatir tentu saja, apalagi dia bilang kelaparan. Apa yang harus saya lakukan ketika saya sejauh ini? Akhirnya saya minta beberapa pin bbm rekan dan managernya, setelah lama di approve siang hari saya berhasil menghubungi managernya untuk minta bantuan, saat itu pukul 10:00. Selama bernegosiasi dengan menager via bbm saya juga sedang dibonceng salah satu sahabat untuk cari sarapan berempat dan karena mungkin kurang focus, saya hanya bawa hp dan dompet saya masukkan kantong jaket. Hati kecil saya mengatakan ‘kenapa gak bawa tasnya biasanya? Kalo dompetnya jatuh gmn’. Tapi seringkali saya mengbaikan apa yg hati kecil saya katakana.
Memang benar yang terjadi setelah sarapan dan mau bayar saya baru sadar bahwa dompet saya jatuh. Saya dan sahabat yang bonceng saya mencoba menyusuri jalan, hingga lapor ke kantor polisi dan 2 sahabat yang lain berpisah karena ada urusan. 2 kali kami menyusuri dan bertanya pada hamper tiap orang, di kost pun dicari untuk meyakinkan bahwa tidak tertinggal. Akhirnya hasilnya pun nihil, kami menuju kantor polisi untuk membuat surat kehilangan. Hingga di kost saya menjadi kesal dan akhirnya menangis, tapi kali ini saya ikuti kata hati saya yang mengatakan ‘iklas pasti ada orang baik yang mengembalikan, atau kamu akan dapat gantinya’. Karena yang hilang bukan hanya uang, melainkan SIM KTP STNK ATM saya coba untuk menghubungi keluarga di rumah. Awalnya ibu mencoba untuk menenangkan saya, ibu sepaham dengan saya untuk ikhlas dan diurus lagi surat tersebut. Hingga giliran ayah bicara dengan saya di telpon, responnya beda sekali. Ayah marah besar, suaranya nada tinggi hingga membuat saya menangis. Karena memang ini bukan pertamakalinya saya menghilangkan barang berharga saya (meskipun alahamdulillah pasti ketemu). Ketika telpon mati, hati saya sangat sakit karena belum pernah ayah semarah itu pada saya . sakit sekali dan saya tidak bias menahan dir untuk tidak menangis.
Saya puaskan untuk menangis, kemudian saya fokuskan lagi untuk berpikir tenang mencari solusi, tidak lama kemudian kedua sahabat saya yang berpisah pulang dan mendapati saya mengis dan saya ceritakan kejadianny termasuk dompet yang belum ketemu, akhirnya benar saja saya sempat curiga namun saya abaikan bahwasannya dompet saya memang jatuh namun ditemukan kedua sahib tersebut. Syukur Alhamdulillah ya Allah meskipun singkat kejadian ini sangat mengungatkan saya karena lupa sedekah, teledor dan seenaknya sendiri. Ibu kemudian menghubungi saya kembali dan menjelaskan sikap ayah yang memang galak dan tinggi.
Ayah memang bukan seperti kebanyakan ayah yang lain, yang lembut dan sabar, ayahku unik sayangnya nggak ketulungan, mudah marah tapi tidak pernah marah pada anaknya. Sungguh saya merasa berdosa sudah membuat ayah marah. Di tepfon ibu juga menyampaikan bahwa ayah sedang sakit, linu di bagian paha makanya lebih sensitive, saya merasa lebih berdosa lagi…ya Allah.  Saya belum bias menjadi anak yang dibanggakan orangtua saya, saya berusaha menasehati setiap tingkah kakak yang sering saya nilai kekanakan, namun ternyata diri saya sendiri tidak lebih baik.
Ya Allah, Jagalah kedua orangtuaku, angkatlah seluruh rasa sakitnya
Ya Allah sayangi mereka, bantu hamba membahagiakan mereka
Ya Allah, bukakanlah pintu kebaikan bagi Ayah Ibu
Ya Allah jadikanlah hamba dan kakak hamba, putr putrinya yang mampu membahagiakannya di hari Tuanya ya Allah…
Ya Allah bantu hamba untuk mengkoreksi diri hamba ya Allah, tunjukkan yang baik bagi hamba dan yang buruk agar bisa hamba tinggalkan
Ya Allah semoga hamba dan kakak hamba bias manjadi tabungan kebaikan, tabungan surga bagi orangtua kami…Ya Allah..

Saturday, 27 December 2014

My Transformation

Assalamualaikum warrahmatullah.
More than 2 year everyone..
Kesibukan telah sedikit menyita waktu saya untuk menulis di blog ini. Beberapa hari kemaren saya merasa rindu dengan hal-hal yang sudah jarang saya lakukan, ya diantaranya menulis Blog. kemudian saya sempatkan untuk menengok blog ini. ah saya jadi malu sendiri membaca tulisan lama saya yang konyol dan apa adanya. tapi sungguh saya bahagia dengan semua itu.
dan sekarang memang benar adanya semakin dewasa seseorang tanggung jawab yang dibawapun semakin besar. selama tidak menulis di blog ini saya mengalami beberapa hal besar dalam hidup saya yang memang belum sempat untuk saya tuliskan. dan juga hal besar tersebut merupakan hal-hal yang saya tuliskan sebagai target pada blog ini

Saya Berhijab, Alhamdulillah..

dulu..dari dahulu sekali saya sangat ingin berhijab, namun saya merasa tidak percaya diri jika membayangkan, namun sungguh tidak disangka saya dengan sendirinya mempunyai keinginan yang kuat untuk berhijab tanpa alasan apapun kecuali ketundukan, bagi saya dahulu hanya membayangkan jika ada 2 permen yang terjatuh, permen pertama masih terbungkus dan yang kedua sudah dibuka, mana permen terbaik yang akan kamu ambil? entah, kalimat sederhana itu menguatkan saya untuk berhijab di kemudian hari. 
memang benar, dengan berhijab saya merasa tidak secantik dulu lagi, tidak sebebas dulu lagi, namun semua itu hanya terjadi ketika dikeluhkan justeru dengan berhijab saya semakin nyaman untuk segalanya.
Saya semenjak Juni 2013 (Foto terbaru)



















Saya S2, Alhamdulillah..

Ini adalah salah satu goal saya, melanjutkan sekolah dengan beasiswa penuh. Alhamdulillah saya terus bersyukur bahwa saya sekarang mahasiswa pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Namun memang S2 tidak semudah S1. Banyak tantangan yang saya hadapi, sangat sulit bagi saya menjadi yang terbaik Godaan agar terus belajarpun semakin tinggi,. Jogjakarta adalah kota yang menawarkan segala godaan, hingga saat saya menulis ini saya sedang stuck pada penelitian, usaha yang harus saya keluarkan lebih besar. Setalah selesai dari S2 sayapun diwajibkan untuk menjadi dosen, namun hingga saat ini saya belum mendapatkan host university untuk saya. sedemikian hal yang saya alami, menjadi tanggung jawab untuk saya dengan usia saya yang sudah dewasa ini. Namun saya tidak akan menyerah, saya bukan orang yang mau menyerah, mau kalah dengan oranglain pun tidak akan saya biarkan, saya ingin maju ketika yang lain maju, saya tetap ingin maju ketika yang lain tidak ingin maju. musuh terbesar saya saat ini adalah diri saya sendiri, rasa malas, rasa kurang bersyukur, rasa cepat puas. semoga semakin saya dewasa, saya semakin mudah untuk memerangi mereka, rasa-rasa peghancur kedewasaan dan kebijaksaan.


Saya menemukan seseorang...

Semakin dewasa usia wanita, dia akan memerlukan seseorang yang suatu kelak akan dapat memimpinnya dan menjadi imam terbaiknya. Alhamdulillah, Allah mengenalkan saya dengan seseorang yang bisa jadi tempat saya belajar. Jika seorang wanita adalah seorang pengharap saya berharap dia akan mampu membimbing saya untuk semakin baik dalam beribadah, semakin baik budi dan pekerti, bertanggungjawab pada keluarga. Meskipun banyak perbedaan diantara kami berdua, kami punya tujuan yang sama, yaitu bersatu meskipun bagi kami saat ini sulit untuk bersama namun kami yakin dengan kesabaran dan ketulusan doa akan mampu untuk mengabulkan keinginan baik kami dan keluarga besar kami.


Masih banyak hal yang ingin saya peroleh di usia 25, 26, 27 
saya ingin Double Degree ke Kyoto University
saya ingin Menikah dan mempunyai banyak anak
saya ingin Menjadi dosen di UNS
saya ingin Menjadi seorang interpreuner

Saya tau, semua keinginan itu tidak akan terwujud tanpa usaha keras, PR besar untuk diri saya sendiri. saya harus bekerja keras, berdoa lebih keras, 

Tuesday, 1 January 2013

Just Welcome!

You are ordinary, 2013 just another year..
just welcome and be nice to me (I don't want to make some proposes to you)

Monday, 19 November 2012

Them

Di sini
Tidak lagi jelas
Orang-orang palestinakah yang melempar batu
Atau
Batu yang mencari orang Palestina untuk
dilemparkan
Bukankah batu adalah juga bagian dari
tanah yang dirampas?
Di sini
Ada yang jelas
Ada raga yang dikuburkan bersama nyawa
Ada yang mati sebelum dilahirkan
Bukankah manusia sudah hidup di dalam
rahim sebelum
Dilahirkan?
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Di luar sana
Orang-orang berbicara tentang hak
Dengan memberikan yang bukan haknya
Kepada yang tidak berhak
Membagi yang bukan miliknya
Kepada yang bukan pemiliknya
Dan orang-orang Palestina
Mencari haknya di tengah-tengah teriakan
tentang hak-hak
Di sini
Orang Palestina yang tuan rumah
Kini menjadi tamu yang tak diinginkan
Yahudi yang terusir di luar sana
Kini Yahudi yang mengusir
Di sini
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Di Yerusalem
Ibrahim, Luth, Ismail, Musa, Harun, Yusya’
Daud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, Ishaq,
Ya’qub
Mengambil hak-hak orang lemah dari yang kuat
Menghantam penindas
Mengangkat martabat
Ada semangat sepanjang masa
Pada tiap zaman
Ada ghirah setiap umat
Pada tiap tempat
Ada bara yang tidak padam
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Di Yerusalem
Tanah para nabi dan rasul
Ada nabi yang dibantai
Ada manusia yang dinistakan
Ada agama yang dihinakan
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Ambil bara dan jangan matikan dengan air mata
Tiup dengan napas
Panaskan jiwa
Kobarkan nyali
Besi terbentuk oleh bara
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Tidak lagi penting apakah batu mampu
melawan peluru
Tidak lagi terpikirkan apakah
orang-orang Yahudi belajar dari
Crematorium Nazi atau tidak
Tidak ada lagi rasa takut bahkan bila
Palestina berubah
Menjadi crematorium Israel
Yang kami takutkan
Adalah saat di mana tulang-tulang kami
Abu kami
Menangis sedih dan memaki menyalahkan
Melihat seorang dari Nigeria atau
serombongan dari Indonesia
Pada satu waktu yang mungkin tidak jauh
Berdiri di Bukit Zaitun
Dan menunjuk
Di sana dulunya Masjidil aqsa
Di sana dulunya Qabbatussakhrah
Dan kita semua pernah mengagumi kemegahannya
Bukit Zaitun, 1991
(dipetik dari Makelar Dongeng Holocaust:
Catatan Perjalanan dari dalam Israel
oleh Rakhmat Zaenal)
*ketika mata hati dan perasaan ini sudah tidak bisa diajak kompromi, dan air mata turut mengamini kesedihan ini.
Ya Allah syahid-kanlah mereka, berikanlah kekuatan lahir batin bagi mereka saudaraku di palestina, menangkanlah mereka di dunia dan akheratmu kelak. Amin

Saturday, 20 October 2012

What on People's mind is not Similar with mine

Beberapa hari ini pengen nangis aja bawaannya. Jadi begini ceritanya, di postingan sebelumnya saya pernah menulis bahwa saya ingin lulus tahun ini dan celebrating my convocation with joyfull, bisa bisa bisa sebenarnya bisa. tapi ada beberapa hal yang membuatnya tidak bisa. tidak memungkiri, pasca reasearch saya berubah jadi seorang pemalas yang luar biasa, mungkin saya jenuh setelah hampir satu tahun tiada henti ke lapang. belum lagi ditambah hal-hal lain yang membuat ini semakin mampet. Beberapa temen bilang kalau saya sibuk pacaran, yaaaaaaaaaa..dan hal inilah yang sebenarnya tidak terlalu enak didengar dan tidak terlalu nyaman untuk masuk ke hati. Pacaran, emang saat ini saya sedang menikmati my newly couple, kenapa tidak dan menurut saya bukan itu penghalang terbesarnya, tidak seharusnya mereka menjudge seperti itu. mereka tidak tau menahui mengenai beberapa hal yang belum bisa saya selesaikan. saya bisa membagi waktu antara pacaran dan mengerjakan skripsi, tapi pada suatu ketika saya menemui hambatan yang tidak bisa saya selesaikan dan belum ada seorangpun yang bisa membantu saya meluruskan benang kusut itu, saya masih maklum karena saat ini semua pihak sangat sibuk dengan urusan masing-masing, saya gag pengen jadi penghambat yang menghambat urusan mereka padahal saya sendiri terhambat, setiap hari saya surfing ke berbagai jurnal untuk memecahkan permasalahan saya, hingga akhir-akhir ini saya menemukan 90% solusi, tapi saya masih butuh 10% dari pembimbing untuk mencapai 100%, apalagi saya tahu betul pembimbing saya masih sibuk dan sekali lagi saya tidak mau jadi 'the gregel' saya yakin beliau mengerti kapan saya mau lulus. jadi kalau boleh diperjelas, bukan si dia yang jadi penghalang saya untuk skripsi, tapi justru kemauan dan hambatan dari dalam dan teknis saya.
Sementara teman-teman saya dari temen SMA, hingga temen-temen mampu kuliah dan temen-temen UPM celebrating their convocation saya masih sibuk dengan skripsi saya. tapi tidak apa, yang sebenarnya mereka katakan benar dan harusnya jadi motivasi bagi saya pribadi, di fase ini saya memahami keterlambatan saya, apalagi yang bisa diusahakan kecuali berdoa.
ps : selamat bagi semua yang wisuda akhir tahun ini, semoga saya segera menyusul dan sukses bersama. amiin

Shopping Online